Thursday, May 14, 2015

Pacaran dan Teori Dialektika Hubungan



Ini bukan cerita tentang my daily activity yang gitu-gitu aja. Ini cerita tentang aku dan dia yang dulu pernah menjadi kita.

Awalnya.......
Bosan. Sebuah kata yang sangat ditakuti saat pacaran. Sebuah rintangan yang terlihat sepele tapi bisa menghancurkan hubungan dalam sekejap. Orang bilang alasan perpisahan macam ini tidak masuk akal, tapi bagi dia semuanya logis.Saat semua yang aku dan dia bangun mulai diterpa kebosanan. Tak ada pondasi yang cukup kuat untuk bertahan. Semua hal indah kalah dengan bosan, termasuk cinta. Aku masih ingin berjuang melawan bosan, tapi perjuanganku runtuh seketika saat dia bilang "kita temenan aja, aku cuma bisa sampe sini dan ngga bisa usaha lagi" aku diam, mencoba mencerna kata-kata yang sangat menampar.

Lah apa hubungannya dengan teori dialektika hubungan????

Sebenarnya teori ini telat aku pahami. Aku mendapat teori ini beberapa minggu yang lalu saat mata kuliah Komunikasi Antar Pribadi. 

Romantical relationship bukanlah sesuatu yang linier. Ini adalah hubungan dinamis yang sangat mungkin mengalami ekskalasi. Kadang bisa naik sangat harmonis, tapi tiba-tiba semua bisa turun sangat drastis. Penyatuan dua orang menjadi kita akan melibatkan banyak kontradiksi (perbedaaan pandangan) dalam hubungan.

Aku belum terbiasa dengan perubahan. Saat semuanya indah dan harus berbeda secara tiba-tiba, aku kelimpungan. Kontradiksi yang ada tak mampu di satukan. Segala upaya mencari solusi, hancur dengan satu kata pergi. 

Harusnya aku dan dia lebih bersabar mengalahkan rasa bosan. Sayangnya, dia tak pernah belajar teori dialektika hubungan dan aku tak pernah menemani dia untuk mempelajarinya......

No comments:

Post a Comment