Friday, May 15, 2015

14 Hari Tanpamu

Mungkin cinta sudah habis, tapi kisahnya masih berlanjut......

Apa kabar? 
Jika kau ingin tahu kabarku, aku masih baik-baik saja. 14 hari tanpamu, aku masih sanggup menjalani hidupku. Meski banyak luka dan codet di sana sini, tapi waktu pasti akan membuatnya kering. Aku mulai merangkak membangun duniaku kembali, dunia yang berbulan lalu aku tinggal hanya untuk mengecap kebahagiaan bersamamu. Sulit memang, karena kau sudah menjatuhkanku terlalu dalam.

Hari ini, ingatan tentangmu kembali memenuhi otakku. Obrolan dengan beberapa teman menyadarkanku bahwa kamu masih yang paling baik yang pernah datang.

Mungkin kau sedang berbahagia di puncak merapi, sedangkan aku masih termangu di zona nyamanku. 14 hari tanpaku, kau sudah meraih banyak pencapaian. Menyalurkan hob
i travelingmu, bergabung dengan organisasi kecintaanmu hingga menyiapkan event sesuai passionmu. Sekali lagi, aku masih diam disini. Belum ada perubahan berarti. Mataku masih sembab dan mata pandaku makin jelas terlihat, aku masih berkutat dengan event dan organisasi yang itu-itu saja.

Kau bukan saja bebas, tapi juga sangat menikmati duniamu kini. Aku tak bisa munafik, melihatmu bahagia tanpa aku sangat membuatku sakit.

Jumat malam, masih dengan kisah yang sama

Thursday, May 14, 2015

Pacaran dan Teori Dialektika Hubungan



Ini bukan cerita tentang my daily activity yang gitu-gitu aja. Ini cerita tentang aku dan dia yang dulu pernah menjadi kita.

Awalnya.......
Bosan. Sebuah kata yang sangat ditakuti saat pacaran. Sebuah rintangan yang terlihat sepele tapi bisa menghancurkan hubungan dalam sekejap. Orang bilang alasan perpisahan macam ini tidak masuk akal, tapi bagi dia semuanya logis.Saat semua yang aku dan dia bangun mulai diterpa kebosanan. Tak ada pondasi yang cukup kuat untuk bertahan. Semua hal indah kalah dengan bosan, termasuk cinta. Aku masih ingin berjuang melawan bosan, tapi perjuanganku runtuh seketika saat dia bilang "kita temenan aja, aku cuma bisa sampe sini dan ngga bisa usaha lagi" aku diam, mencoba mencerna kata-kata yang sangat menampar.

Lah apa hubungannya dengan teori dialektika hubungan????

Sebenarnya teori ini telat aku pahami. Aku mendapat teori ini beberapa minggu yang lalu saat mata kuliah Komunikasi Antar Pribadi. 

Romantical relationship bukanlah sesuatu yang linier. Ini adalah hubungan dinamis yang sangat mungkin mengalami ekskalasi. Kadang bisa naik sangat harmonis, tapi tiba-tiba semua bisa turun sangat drastis. Penyatuan dua orang menjadi kita akan melibatkan banyak kontradiksi (perbedaaan pandangan) dalam hubungan.

Aku belum terbiasa dengan perubahan. Saat semuanya indah dan harus berbeda secara tiba-tiba, aku kelimpungan. Kontradiksi yang ada tak mampu di satukan. Segala upaya mencari solusi, hancur dengan satu kata pergi. 

Harusnya aku dan dia lebih bersabar mengalahkan rasa bosan. Sayangnya, dia tak pernah belajar teori dialektika hubungan dan aku tak pernah menemani dia untuk mempelajarinya......

Monday, September 1, 2014

Sudah lama tak jumpa dengan kau, Blog :) sudah lama juga ya ngga dengar kabar ku?

Oke sekarang aku bukan anak SMA lagi. sudah lulus beberapa bulan yang lalu, dan sekarang mulai kuliah di Universitas Diponegoro jurusan Ilmu Komunikasi. Setelah ini insyaallah bakal menggiatkan diri nulis di blog. mungkin isinnya dan tampilan sedikit berbeda, tapi tetp asik di baca kok. tunggu postingan selanjutnya ya guys :)